Ketum DPP APDESI Yang Jadi Sorotan Karena Deklarasi Jokowi 3 Periode, PROFIL Surta Wijaya

Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) menyatakan dukungannya terhadap terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo selama tiga periode.

Demikian disampaikan langsung Ketua DPP APDESI Sulta Vijaya saat bertemu dengan staf media usai acara Reli Nasional APDESI 2022 di Jakarta, Selasa (29 Maret 2022).

Sulta mengatakan, setelah Lebanon, akan ada pengumuman dukungan tiga periode Jokowi.

“Setelah Lebaran, kami mengumumkan (mendukung Presiden Jokowi selama tiga periode). Kawan, ini bukan cerita, ini fakta, siapa pun pemimpinnya, ini bukan basa-basi, dia mengumumkan, mengumumkan apa yang kita inginkan,” Sierra dikatakan. (30 Maret 2022).

Pernyataan Sirta tentang iklan tersebut kini menjadi sorotan.

Lalu siapakah Surta Wijaya ini?

Di bawah ini adalah gambaran singkat tentang Surta Wijaya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Sekilas tentang Sira dan Jaya

Menurut situs resmi Desa Babkan Asim, bolaanasem.desa.id, Surta Wijaya adalah Kepala Desa Babkan Asim di Kabupaten Tangerang.

Seperti yang kita ketahui bersama, Surta Wijaya lahir di Kabupaten Tangerang di Banten.

Dari 2019 hingga 2025, dia akan menjadi kepala desa.

Selain sebagai kepala desa, Sirata Wijaya juga menjabat sebagai ketua umum DPP APDESI periode 2021-2026.

Dikutip dari laman resmi tangerangkab.go.id, Surta Wijaya merupakan Pantini pertama yang terpilih sebagai ketua DPP APDESI.

Selain itu, Surta Wijaya terpilih sebagai Ketua DPP APDESI secara aklamasi.

Surta Wijaya juga mengakui perannya sebagai ketua DPP APDESI tidak mudah.

Meski demikian, Sylta berjanji akan menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Ini bukan tugas yang mudah. ​​Insya Allah, Abu Disi akan menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk kemajuan bangsa dan negara.”

Hubungi dukungan Jokowi hanya dalam 3 periode spontan

Baca Juga  Berikut Syaratnya, Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 25 Di Prakerja.go.id

Surta Wijaya mengklarifikasi dukungan tiga periode Jokowi di Majelis Nasional APDESI di Jakarta, Selasa (29 Maret 2022).

Sulta juga menggambarkan dukungan ini sebagai hubungan antara anak dan orang tua.

Seperti ketika seorang anak meminta sesuatu dan mendapatkannya, anak-anak mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan lantang.

ujar Salta dalam tayangan video di saluran YouTube TV miliknya, Selasa (29 Maret 2022).

Celta juga percaya siapa pun yang menjadi pemimpin, bukan hanya Jokowi, jika kepemimpinannya baik, dia akan mendukungnya selama tiga periode, atau bahkan seumur hidup.

“Memikirkannya baik-baik, bukan hanya Park Zuoke yang akan menjadi pemimpin, apalagi tiga periode. Selama pemimpin itu baik, dia bisa hidup seumur hidup.”

“Kalau kepala desanya tidak baik, apalagi tiga, dua, satu tidak akan dipilih kembali,” jelas Sulta.

Ditanya soal gagasan bahwa tiga periode kepresidenan tidak sesuai dengan konstitusi, Suriah menjawab bahwa pemahaman konstitusi bukan di desa, tetapi di MPR dan DPR.

“Dalam hal ini, kalau persoalan konstitusi di desa tidak dipahami, kita di desa. Ini MPR DPR di sana,” katanya.

Surta menambahkan, dukungan Jokowi selama tiga periode pada Silatnas APDESI kemarin hanya spontanitas dari teman-teman kepala desa se-Indonesia.

“Teman-teman kepala desa se-Indonesia itu spontan. Kami juga tertarik dengan silat dan berharap kepala desa mau menerima usulan kami. Mungkin kalau disetujui nanti ramai,” imbuhnya.

Pengumuman Dukungan Jokowi Edisi 3

Ketua Umum DPP APDESI Surta Wijaya dikabarkan akan mengumumkan dukungan APDESI terhadap terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo selama tiga periode.

“Setelah Libanon kita umumkan (Presiden Jokowi mendukung tiga negara). Kawan, ini bukan cerita, ini fakta, siapapun pemimpinnya, ini bukan basa-basi, mengumumkan, mengumumkan apa yang kita inginkan,” ujarnya.

Baca Juga  Secara Intensif Ke Berbagai Daerah, Komite IV Minta Kemenkeu Lakukan Sosialisasi UU HKPD

Sulta menjelaskan, Kepala Desa banyak dikabulkan Jokowi.

Jadi mereka melihat bahwa kepala negara peduli dengan desa.

“Sekarang kami saling menguntungkan dan dia peduli dengan kami. Itu harapan kami, siapa tahu ke depan semuanya akan baik-baik saja. Teman kami menyetujui tiga persyaratan. Silakan,” katanya.

Srtwijaya juga mengungkapkan, dukungan tersebut akan diumumkan Selasa lalu.

Namun, rencana itu dihalangi oleh para menteri dan pasukan keamanan presiden (paspampres) yang hadir.

“Aku ingin hari itu. Semua orang melarangnya. Aku bosan dilarang di sana-sini. Tapi aku mengerti. Paspampres lebih buruk bagiku di depan (katakan), ‘Jangan katakan ini padaku.’ Katanya “Saya lelah. “Dia berkata.