Dua Pemain Maung Akhiri Musim Lebih Cepat, Rapor Robert Alberts Selama Tiga Tahun Di Persib

 Asa Parsib Bandung menjuarai Liga 1 2021 yang ditutup pada pekan ke-33.

Di puncak klasemen, Bali United dipastikan menjadi juara Ligue 1 karena poin yang terkumpul di Liga 1, peringkat 72 tidak bisa diikuti lagi oleh Perseus Bandung 2.

Sementara itu, dua dari tiga tim terbawah, Raja Persia Banda Aceh dan Parsella Lamangan, telah dideportasi musim ini.

Meskipun gagal memenangkan Ligue 1 musim ini, tim Robert Alberts berjuang untuk tiket Piala AFC musim depan karena mereka berada di urutan kedua dengan 68 poin, 20 kemenangan, delapan seri dan lima kekalahan.

Selain itu, Persib Bandung berpeluang menuntaskan kompetisi dengan total 71 poin jika memenangkan laga terakhir melawan Barito Putra pada Kamis (31/3/2022).

Menilik pencapaian poin tersebut, di bawah bimbingan arsitek Robert Alberts, ini merupakan hasil terbaik yang diperoleh Persib Bandung dalam lima tahun terakhir.

Robert Alberts telah mencetak 125 poin dalam 69 pertandingan selama tiga tahun memimpin Persib Bandung.

Sejak Mong Bandung mengambil alih kepemimpinan tim pada 3 Mei 2019, pelatih kelahiran Amsterdam 14 November 1954 itu mencatatkan rekor poin sebagai pelatih Persib Bandung, mengungguli eks pelatih Maung Bandung.

Sementara pada masa binaan Jajang Nurjaman 2017 silam, prestasi yang diraih Pangeran Biru berada di peringkat ke-13 dengan raihan 41 poin dari sembilan kemenangan, 14 kali imbang, dan sebelas kali kalah.

Melanjutkan di tahun 2018, Persib Bandung menunjuk Miljan Radovic sebagai arsitek tim manajemen.

Namun, unitnya tidak bertahan lama, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan digantikan oleh Mario Gomez.

Musim itu, Parsib Bandung finis di peringkat kelima dengan 52 poin

Ini diraih dengan 14 kali menang, sepuluh kali seri, dan sepuluh kali kalah.

Baca Juga  Pentingnya Pemanasan Ringan Sebelum Berolahraga

Dilihat dari penampilannya yang sukses, sapaan Abah Gomez berlanjut di musim depan atau Liga 1 2019.

Seperti Radovich, Gomez tidak mampu mempertahankan tim hingga akhir kompetisi, yang saat itu berada di tangan Robert Ren Albert dengan hanya beberapa pertandingan tersisa.

Pada 2019, rekor Persib berada di urutan keenam klasemen dengan 51 poin dari 13 kemenangan, 12 hasil imbang, dan sembilan kekalahan.

Di tahun 2020 ini, Robert Alberts yang merupakan pelatih kepala Persib Bandung berkomitmen cukup banyak untuk mengawali kompetisi, Persib berada di puncak klasemen sementara dari tiga laga yang dilalui dengan hasil yang sempurna.

Namun sayang, gelombang pertama wabah Covid-19 melanda tanah air, sehingga PSSI dan Mainpora memutuskan untuk menghentikan kompetisi sepak bola di tanah air.

Meski gagal mengalahkan Persib Bandung, Robert Alberts tetap menghormati dan mengucapkan selamat kepada tim Bali United yang menjuarai Liga 1 musim ini.

Melihat perjalanannya musim ini, Persib sebenarnya punya kans untuk menang.

Namun sayang, Mong Bandung kerap gagal mencetak poin penuh di laga-laga penting.

Contoh terdekat, ketika Anda harus menang melawan satu pak, sebenarnya adalah seri. Kemudian, ketika dia dipaksa menang melawan Persebayer, itu berakhir imbang.

Robert bertekad untuk membangun tim yang lebih baik musim depan dan terus menghadirkan tim Persib Bandung di turnamen Piala AFC setiap musim, seperti musim ini.

“Setelah sekian lama saya tidak bermain di ajang itu dan saya sangat ingin tim seperti Persib Bandung selalu memiliki kecenderungan bermain di Piala AFC setiap musimnya. Dan saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemain pada pertandingan malam ini,” ujarnya kepada Virtual Press kemarin.

Tetapi haruskah Robert Alberts ditahan sebelum pergi ke Piala AFC?

Baca Juga  Masih Terpuruk, Bagnaia Pilih Selow, Jadwal MotoGP Argentina 2022 & Jam Tayang Trans7

Kedua pemain dengan cepat mengakhiri musim

Kedua pemain Persib tersebut dipastikan akan menyelesaikan kompetisi Liga 1 lebih cepat dari rekan setimnya musim ini dan dipastikan akan melewatkan pertandingan Persib Bandung selanjutnya melawan Barito Puterer (31.3.222).

Keduanya Mohammad Rashid dan Ashmad Jufrianto, yang diskors karena mengirim kartu kuning.

Terakhir, Mohammad Rashid dan Asmad Jufrianto mendapat kartu kuning dalam pertandingan melawan Persia Kediri di Stadion Kapten I Wayne Dipta di Guinea, Bali.

Mulai pekan ke-33, gelandang Palestina itu mengoleksi tujuh kartu kuning dan absen ketiga setelah bertanding melawan Arema FC (28/11/2021), disusul Persipura Jayapura (18/2/) akibat absen ketiga. 2022), dan Barito Putera (31/3/2022).

Sejauh ini, pemain bernomor punggung 64 itu sudah mencetak enam gol dan tiga assist dalam waktu 2272 menit dalam 26 pertandingan.

Bagi Achmad Jufrianto, kartu kuning dalam pertandingan melawan Persi Kediri itu merupakan yang kelima di Liga 1 musim ini.

Dengan kata lain, pemain kelahiran 7 Februari 1987 itu, keduanya hilang.

Sebelumnya, Jupeke, katanya, harus absen akibat kartu kuning dalam pertandingan melawan Bali United FC (13.1.2022).

Sejauh ini, Jupe sudah tampil 17 kali dalam waktu 1.436 menit.

Performanya musim ini tidak sebaik di musim 2018/2019, di mana pemain ke-16 tertinggal itu mencatatkan waktu bermain 2.340 menit dari 26 penampilan. Bahkan, Jupe berhasil mencetak dua gol dan satu gol musim itu.

Sebelumnya, pada musim 2016/2017, Jupeo juga mencatatkan musim terbaiknya, dengan 2790 menit dari 31 penampilan dan mencetak dua gol.

Bahkan, saat berhasil mengantarkan Persib Bandung menjadi juara Liga 1 pada musim 2014/2015, Jupe tampil selama 2.490 menit dalam 27 penampilan dan mencetak dua gol musim itu. (Sipta Parmana/Tribunjabar)

Baca Juga  Persib Bandung Tetap Berhak Ukir Rekor Impresif, Meski Gagal Juarai BRI Liga 1 2022

Artikel ini sebagian dimuat di TribunJabar.id dengan judul “Akibat kartu kuning, dua pemain Persib ini cepat menyelesaikan kompetisi di Liga 1 2021/2022”.